Rabu, 17 Oktober 2012

SEJARAH TELEVISI



Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Penggunaan kata "Televisi" sendiri juga dapat merujuk kepada "kotak televisi", "acara televisi", ataupun "transmisi televisi". Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
Kotak televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saat itu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi, khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadi media periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVD dan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untuk melihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siaran televisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.

Walaupun terdapat bentuk televisi lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun jenis televisi yang paling sering digunakan adalah televisi penyiaran, yang dibuat berdasarkan sistem penyiaran radio yang dikembangkan sekitar tahun 1920-an, menggunakan pemancar frekuensi radio berkekuatan tinggi untuk memancarkan gelombang televisi ke penerima gelombang televisi.
Penyiaran TV biasanya disebarkan melalui gelombang radio VHF dan UHF dalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 54-890 megahertz. Kini gelombang TV juga sudah memancarkan jenis suara stereo ataupun bunyi keliling di banyak negara. Hingga tahun 2000, siaran TV dipancarkan dalam bentuk gelombang analog, tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta kini beralih ke teknologi penyiaran digital.
Sebuah kotak televisi terdiri dari bermacam-macam sirkuit elektronik didalamnya, termasuk di antaranya sirkuit penerima dan penangkap gelombang penyiaran. Perangkat tampilan visual yang tidak memiliki perangkat penerima sinyal biasanya disebut sebagai monitor, bukannya televisi. Sebuah sistem televisi dapat dipakai dalam berbagai penggunaan teknologi seperti analog (PAL, NTSC, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dsb.) ataupun definisi tinggi (HDTV). Sistem televisi kini juga digunakan untuk pengamatan suatu peristiwa, pengontrolan proses industri, dan pengarahan senjata, terutama untuk tempat-tempat yang biasanya terlalu berbahaya untuk diobservasi secara langsung.
Televisi amatir (ham TV atau ATV) digunakan untuk kegiatan percobaan dan hiburan publik yang dijalankan oleh operator radio amatir. Stasiun TV amatir telah digunakan pada kawasan perkotaan sebelum kemunculan stasiun TV komersial.

SEJARAH KOMPUTER JINJING / LAPTOP

Komputer Jinjing / Laptop

Laptop atau komputer jinjing adalah komputer bergerak yang berukuran relatif kecil dan ringan, beratnya berkisar dari 1-6 kg, tergantung ukuran, bahan, dan spesifikasi laptop tersebut. Sumber daya laptop berasal dari baterai atau adaptor A/C yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai dan menyalakan laptop itu sendiri. Baterai laptop pada umumnya dapat bertahan sekitar 1 hingga 6 jam sebelum akhirnya habis, tergantung dari cara pemakaian, spesifikasi, dan ukuran baterai. Laptop terkadang disebut juga dengan komputer notebook atau notebook saja.
Sebagai komputer pribadi, laptop memiliki fungsi yang sama dengan komputer destop (desktop computers) pada umumnya. Komponen yang terdapat di dalamnya sama persis dengan komponen pada destop, hanya saja ukurannya diperkecil, dijadikan lebih ringan, lebih tidak panas, dan lebih hemat daya.
Komputer jinjing kebanyakan menggunakan layar LCD (Liquid Crystal Display) berukuran 10 inci hingga 17 inci tergantung dari ukuran laptop itu sendiri. Selain itu, papan ketik yang terdapat pada laptop gratis juga kadang-kadang dilengkapi dengan papan sentuh yang berfungsi sebagai "pengganti" tetikus. Papan ketik dan tetikus tambahan dapat dipasang melalui soket Universal Serial Bus maupun PS/2 jika tersedia.
Berbeda dengan komputer desktop, laptop memiliki komponen pendukung yang didesain secara khusus untuk mengakomodasi sifat komputer jinjing yang portabel. Sifat utama yang dimiliki oleh komponen penyusun laptop adalah ukuran yang kecil, hemat konsumsi energi, dan efisien. Komputer jinjing biasanya berharga lebih mahal, tergantung dari merek dan spesifikasi komponen penyusunnya, walaupun demikian harga komputer jinjing pun semakin mendekati desktop seiring dengan semakin tingginya tingkat permintaan konsumen.

SEJARAH KOMPUTER PRIBADI

Komputer Pribadi

Istilah komputer pribadi pertama kali digunakan di majalah New Scientist pada tahun 1964 dalam artikel berseri yang berjudul "The World in 1984" (Dunia pada Tahun 1984). Dalam "The Banishment of Paper Work" (Hilangnya Pekerjaan Tulis-Menulis), Arthur L. Samuel dari Pusat Penelitian Watson (Watson Research Center) nya IBM menulis, "Meskipun mungkin saja kita dapat memperoleh pendidikan di rumah melalui PC orang tersebut sendiri, sifat asli manusia tetap tak akan berubah."
Generasi pertama mikrokomputer mulai bermunculan pada tahun 70-an. Namun begitu, ia tidak berkemampuan tinggi, dan kurang cakap dibandingkan dengan komputer bisnis (Business Computer) pada waktu itu, sehingga hanya digunakan oleh peminat komputer, atau hanya untuk permainan elektronik serta penggunaan bulletin board system. Seperti pada komputer modern di era chip silikon PC menggunakan mikrokomputer sebagai Unit Pemroses Pusat . Mikroprosesor yang pertama dipakai pada PC IBM adalah Intel4004 yang dikeluarkan pada 15 November 1971.
Mikrokomputer menjadi alat perniagaan ketika program spreadsheet VisiCalc diluncurkan untuk mesin Apple II, dan kemudian untuk kelompok 8-bit Atari, Commodore PET, dan PC IBM yang menjadi program aplikasi terpopuler. Pada sekitar tahun 1980an, harga komputer pribadi yang rendah menjadi sebab utama kepopularannya untuk kegunaan di rumah serta bisnis. Pada tahun 1982, majalah Time memberikan "Komputer Pribadi" gelar "Man of the Year".

Sumber 

SEJARAH KOMPUTER




Pengertian komputer

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Kata komputer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum dalam bentuk print out (kertas).
Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."
Saat ini, komputer sudah semakin canggih. Tetapi, sebelumnya komputer tidak sekecil, secanggih, sekeren dan seringan sekarang. Dalam sejarah komputer, ada 5 generasi dalam sejarah komputer.

Generasi komputer

Generasi pertama

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali.
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu memengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, Colossus bukan merupakan komputer serbaguna(general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvard-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengonsumsi daya sebesar 160kW.
Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.
Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usaha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur Von Neumann tersebut.
Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode biner yang berbeda yang disebut "bahasa mesin" (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.

Generasi kedua

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat memengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.
Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memprosesinformasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karier baru bermunculan (programmer, analis sistem, dan ahli sistem komputer). Industr piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

Generasi ketiga

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) pada tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

Generasi keempat

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.
Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap piranti rumah tangga seperti microwave, oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection (EFI) dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit pada tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit pada tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena memopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga memopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.
Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Jaringan komputer memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga Local Area Network atau LAN), atau [kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

Generasi kelima

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001: Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi yang semakin memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.

Sumber 

Kamis, 11 Oktober 2012

FUNGSI BAHASA

1. Berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.

Contoh :

1. Dosen tersebut menjelaskan semua materi dengan baik.
2. Tidak ada yang dapat berbuat itu selain dirinya.
3. Manusia tidak luput dari kesalahan.
4. Tidak ada yang lain selain hal tersebut.
5. Semua berawal dari niat dan usaha yang baik.

2. Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yaitu sarana penyampaian informasi kepada orang lain secara lisan maupun tulisan mengenai apapun yang ingin kita sampaikan agar orang dapat mengerti maksud dan tujuan yang kita inginkan tampa menghindari tata bahasa yang sudah ada.
  • Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
  • Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
  • Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing
Contoh bahasa sebagai alat komunikasi berupa: Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badan, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb). Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering mengenal ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”,”Time untuk “waktu”. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

sumber 
sumber


 

Sabtu, 05 Mei 2012

JUMLAH PEKERJA DI INDONESIA

JUMLAH PEKERJA DI INDONESIA


Memasuki awal bulan mei di Indonesia terdapat 2 (dua) Hari besar yang selalu diperingati oleh sebagian rakyat Indonesia. Pertama, Peringatan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, yang biasa tiap – tiap tahun diperingati oleh kaum – kaum buruh di Indonesia. Kedua, peringatan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional, yang merupakan tonggak bagi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia merdeka. Perburuhan dan pendidikan di Indonesia secara historis memiliki keterkaitan erat. Karena berdasarkan sejarah banyaknya perburuhan di Indonesia merupakan kondisi yang menggambarkan pribumi hidup dalam keterpurukan, dimana faktor – faktor produksi pribumi dikuasai oleh kaum – kaum penjajah. Kemudaian peranan pendidikan mengeluarkan pribumi dari keterpurukan tersebut.
Pada realita dewasa ini, kondisi Bangsa Indonesia masih menggambarkan bahwa faktor – faktor produksi belum di miliki oleh rakyat, sehingga rakyat hari ini pun dapat dipastikan masih hidup dalam keterpurukan. Karl Marx, orang yang pertama kali menyerukan persatuan buruh sedunia mendefinisikan buruh sebagai seseorang atau sekelompok orang yang tidak memiliki faktor – faktor produksi dan tidak mendapatkan surplus value dari hasil yang diusahakannya. Berdasarkan data Februari 2009, jumlah orang yang bekerja di Indonesia 104,49 juta orang. Dari jumah tersebut, jumlah buruh dan karyawan mencampai angka 28,91 juta orang. Sementara jumlah penduduk yang status pekerjaan utamanya adalah berusaha mencapai 45,42 juta orang yang terdiri atas mereka yang berusaha sendiri 20,81 juta orang, berusaha dibantu buruh tidak tetap 21,64 juta orang, dan berusaha dibantu buruh tetap 2,97 juta orang. Sedangkan jumlah pekerja tidak dibayar di Indonesia mencapai 18,66 juta orang atau 17,86 persen dari jumlah penduduk yang bekerja. Dari104,49 juta orang yang bekerja, paling banyak bekerja di Sektor Pertanian yaitu 43,03 juta orang (41,18 persen), disusul Sektor Perdagangan sebesar 21,84 juta orang (20,90 persen), dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 13,61 juta orang (13,03 persen) (Sumber: Badan Pusat Statistik/BPS, 2009. Pekerja di atas 15 tahun).
Berdasarkan data BPS disebutkan bahwa angka partisipasi sekolah pada kurun waktu 1994 – 2008 untuk penduduk berusia 7 – 12 tahun sebesar 95,90%. Adapun untuk usia 13 – 15 tahun sebesar 79,64% dan usia 16 – 18 tahun sebesar 50,75%. Mengacu pada data tersebut mengindikasikan bahwa penduduk Indonesia rata – rata hanya menyelesaikan pendidikan pada level Sekolah Dasar (SD). Untuk lulusan perguruan tinggi dapat dipastikan di bawah persentase lulusan SD, SLTP, dan SLTA. Karena semenjak pemerintah mengubah status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi badan hukum pada tahun 1999, biaya pendidikan di Perguruan Tinggi melonjak drastis (Sindo, 03/05/2010).
Dari data yang disajikan diatas mengindikasikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia yang sangat rendah, sehingga dapat dipastikan untuk tenaga kerja di Indonesia memiliki kemampuan yang terbatas pada hanya bidang operasional. Oleh karena itu, di dalam bidang – bidang yang bersifat strategis di suatu perusahaan dikuasai oleh Tenaga Kerja Asing.
Kondisi di atas mengingatkan kita pada kondisi pribumi pada masa penjajahan Belanda. Sejak diterapkannya Culture Stelsel pada tahun 1615 kondisi pribumi mengalami keterpurukan. Karena pribumi dipisahkan dari faktor produksi utamanya di dalam mencukupi kehidupan kesehariannya, yaitu tanah. Sehingga diterapkannya Culture Stelsel menandakan awalnya perburuhan di Indonesia. Pribumi di jadikan buruh – buruh perkebunan yang di bangun guna memenuhi kebutuhan bahan baku terutama rempah – rempah bagi masyarakat Eropa. Industri yang pertama kali di bangun oleh pemerintahan Hindia Belanda ialah berupa pabrik gula pada tahun 1870 dengan investasi 100% pemerintahan Hindia Belanda.
Infrasturktur kolonialisme diperkuat oleh pemerintah Hindia Belanda dengan diterapkannya Politik Etis pada tahun 1901, dengan dibangunnya irigasi untuk pemperkokoh perkebunan di Indonesia. Kemudian Politik etis juga berdampak kepada pendidikan pribumi, dengan mahalnya biaya pendidikan maka pribumi sebagai kaum yang sebagian besar hidup pada tatanan masyarakat terbawah tidak mampu mengenyam pendidikan. Pada tahun 1905 belanda menerapkan sistem politik pintu terbuka (Open Door Politic). Sistem tersebut membuka kesempatan bagi para investor dari beberapa Negara menginvestasikan modalnya di Indonesia. Dengan tetap pemerintah Hindia Belanda sebagai pemegang saham terbesar, yaitu 70%. Hal tersebut semakin membuat pribumi hidup dalam keterpurukan (Sumber: Di Bawah Bendera Revolusi Jilid I, Ir. Soekarno,1963)
Keterpurukan pribumi telah membuka hati kaum – kaum pribumi ningrat yang hidup pada tingkatan yang lebih baik. Mereka mendapat pendidikan dan pengajaran yang baik, hidup layak dan tercukupi. Keterbukaan hati ningrat pribumi diekspresikan dengan membangun organisasi yang memberikan pendidikan kepada pribumi. Organisasi tersebut diberi nama Budi Utomo, yang dibangun pada 20 Mei 1908 oleh dr. Sutomo. Budi Utomo yang bersifat informal didirikan dengan tujuan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup kaum – kaum pribumi, yang pada masa itu hidup di dalam keterpurukan dengan menjadi buruh – buruh pabrik, pertambangan, dan perkebunan.
Perjuangan tersebut dilanjutkan dengan didirikannya Taman Siswa pada tanggal 2 Mei 1920, yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara. Taman Siswa yang sudah bersifat formal memperkuat keyakinan pribumi untuk keluar dari keterpurukan akibat penjajahan yang berabad – abad. Konvergenitas perjuangan pribumi kearah persatuan dan kesatuan akhirnya terealisasi pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu dengan diselenggarakannya Kongres Pemuda II. Sehingga pada moment tersebut terciptalah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, dengan kata lain Bangsa Indonesia terlahir. Mengangkat harkat dan martabat hidup pribumi (semenjak itu menjadi Orang – orang Indonesia Asli) menjadi sifat bagi para pemuda pergerakan di dalam memperjuangkan Indonesia Merdeka.
Bangsa Indonesia mencapai Kemerdekaan diatas dasar Pancasila pada tanggal 17 Agustus 1945, dengan bukti dibacakannya Teks Prolamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta. Dimerdekakannya Bangsa Indonesia bertujuan tidak lain tidak bukan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup Orang – orang Indonesia Asli. Dengan Kata lain membebaskan pribumi dari perbudakan (perburuhan) akibat penjajahan.
Maka dari itu untuk melindungi segenap Bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka didirikanlah Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan dasar Undang – Undang Dasar 1945 sebagai Konstitusi.
Berdasarkan uraian sejarah diatas membuktikan keterkaitan perburuhan dan pendidikan di Indonesia sangatlah erat. Dimana pendidikan merupakan usaha yang dilakukan pada Bapak Pendiri (Founding Father) Republik Indonesia untuk membebaskan pribumi dari keterpurukan akibat penjajahan dalam bentuk perburuhan. Namun, sejarah telah dilupakan, maka rakyat jatuh kembali di dalam keterpurukan.
Culture Stelsel gaya baru (Neoculture stelsel) telah diterapkan, yaitu dengan dibangunnya Industralisai diatas tanah rakyat, sehingga rakyat kehilangan mata pencahariannya. Industri yang dibangun mementingkan pihak asing (investor). Rendahnya kualitas SDM di Indonesia sehingga rakyat diposisikan hanya sebagai buruh. Politik Etis pun mencekam rakyat hari ini, dengan biaya pendidikan yang mahal sehingga rakyat tidak mampu mengenyam pendidikan.
Adapun sistem pendidikan di Indonesia diorientasikan kepada kepentingan Investor. Dengan bukti digembor – gemborkannya pendidikan kejuruan agar setelah lulus langsung bisa menjadi tenaga kerja. Inilah cerminan Pendidikan di Indonesia yang telah bergeser akibat pengaruh filosofi pembangunan yang digunakan di Indonesia, yaitu Liberal Pragmatis. Filosofi yang membuat Anak Bangsa memiliki pola pikir Pragmatis, layaknya pemikiran seorang buruh, “Asalkan perut kenyang, Hidup pun tenang”. Inilah Pendidikan di Indonesia, Pendidikan buruh.
Aksi besar – besaran pada 1 mei tidak akan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi buruh di Indonesia. Walaupun perjuangan buruh dipenuhi oleh pihak yang dituntut, perjuangan buruh tetaplah sebatas perjuangan perut bukan perjuangan mengangkat harkat dan martabat hidup. Tetapi sejarah dunia sudah membuktikan tidak ada perjuangan buruh yang berhasil. Buruh hanya dijadikan alat oleh kaum – kaum yang memiliki kepentingan. Oleh karena itu, dengan di peringatinya hari pendidikan nasional kita sadarkan diri, bangun dari keterpurukan saperti apa yang telah dilakukan oleh Para Bapak Pendiri Republik Indonesia, yang mengeluarkan pribumi dari keterpurukan akibat penjajahan.

sumber : http://tomzinc.blog.fisip-untirta.ac.id/2012/04/05/hello-world/

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 mencapai 6,5 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan pertumbuhan meningkat disemua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi disektor pengangkutan dan komunikasi 10,7 persen dan terendah di sektor pertambangan dan penggalian 1,4 persen.
"Dari 2006 ini memang ini tertinggi karena 2008 ada krisis. Di 2006 mencapai  5,5 persen, 2007 mencapai 6,3 persen, 2008 mencapai 6 persen, 2009 mencapai 4,6 persen, 2010 mencapai 6,1 persen dan 2011 mencapai 6,5 persen. Jadi memang ekonomi dalam negeri kita cukup bagus," ujarnya dalam jumpa pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Lebih lanjut, ia mengatakan jika dilihat dari sisi penggunaan komponen ekspor paling tinggi 13,6 persen, komponen impor mencapai 13,3 persen, perbentukan modal tetap bruto (PMTB) 8,8 persen, pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,7 persen dan pengeluaran konsumsi pemerintah paling rendah yakni 3,2 persen.
Sementara jika dibandingkan dengan triwulan III-2011, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan IV-2011 mengalami penurunan 1,3 persen. Penurunan tersebut, sambung dia disebabkan sektor pertanian yang mengalami penurunan cukup tinggi sebesar 20,5 persen.
"Karena bukan musim panen dan adanya perubahan cuaca," tuturnya.

Sektor lain yang mengalami penurunan di triwulan IV-2011 adalah pertambangan dan penggalian menurun 0,1 persen. Sedangkan sektor-sektor lain mengalami pertumbuhan positif.
Sementara, sambung dia, jika dilihat dari Indeks Tendensi Bisnis (ITB) tingkat optimisme pelaku bisnis meningkat sebesar 106,92 dari tahun sebelumnya. Peningkatan di triwulan IV-2011 terjadi disemua sektor, kecuali sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan.
"Kondisi bisnis meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha nilai indeks sebesar 108,27, penggunaan kapasitas produksi sebesar 105,53 dan rata-rata jam kerja sebesar 106,32," uangkapnya.

BPS juga memprediksi kondisi bisnis di triwulan I-2012 akan meningkat dibandingkan triwulan IV-2011. Tingkat optimis pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi sebesar 108,37.


Dan sektor yang mengalami peningkatan tertinggi diprediksi disektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan dan yang mengalami penurunan sektor jasa-jasa.
BPS pun optimis pada triwulan I-2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tetap mencapai 6,5 persen. "Jangan lupa triwulan I itu booming karena lagi masa panen," pungkasnya.

Kesimpulan:

Pertumbuhan Ekonomi di setiap negara berbeda - beda tergantung dari tingkat pendapatan per kapita suatu negara tersebut dan tergantung dari berapa besar  pendapatan / penghasilan dari penduudknya. Jika pendapatan Negara itu tinggi maka pertumbuhan ekonominya juga cepat tetapi sebaliknya jika pendapatan suatu negaraitu di bawah rata – rata maka pertumbuhna ekonominya juga rendah.Beberapa ahli ekonomi mengemukakan pertumbuhan ekonomi dengan persepsi yang berbeda – beda. Seperti pada alitan klasik an Neo klasik. Sebagai contoh nya :Robert Solow mengemukakan pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatanyang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian tekonologi modern danhasil / output. Dan masih banyak lagi tokoh – tokoh yang mengemukakan pertumbuhan ekonomi dalam arti yang berbeda – beda.Pertumbuhan ekonomi pada zaman sekarang ini berdampak pada kehidupan penduduk suatu negara. Semuanya ini berpengaruh pada kesejahteran rakyat banyak.Oleh karena itu negara terus memajukan pendapatan negara dengan menaikkan harga – harga kebutuhan pokok seperti minyak yang katanya bisa menjadikan lebih baik tingkat perekonomian kita

Saran:

Dengan demikian dapat kita sarankan kepada pemerintah dengan penjelasan sebagai berikut:

1.Beberapa negara sedang berkembang mengalami ketidak stabilan sosial, politik,dan ekonomi. Ini merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi.Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanandan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat
 
diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan motor  pertumbuhan ekonomi.

2.Ketidakmampuan atau kelemahan setor swasta melaksanakan fungsientreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital danmengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan.

3.Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yangdilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung olehadanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan dasr masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan serta fasilitas komunikasi, program-program latihan dan keterampilan,dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

4.Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sekor swasta) merupakan pusat ataufaktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat pertumbuhanekonomi. Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat pendapatan dankarena adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara majuolah kelompok kaya yang sesungguhnya bias menabung.

5.Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat.Program pemerintahlah yang mampu secara intensif menurunkan laju pertambahan penduduk yang cepat lewat program keluarga berencana danmelaksanakan program-program pembangunan pertanian atau daerah pedesaanyang bisa mengerem atau memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaanmenuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah social, politis,dan ekonomi.

6.Pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembanganfaktor penawaran saja, yang menaikkan kapasitas produksi masyarakat, yaitusumber-sumber alam dan manusia, kapital, dan teknologi,tetapi juga faktor.

Sumber : http://www.ekon.go.id/news/2012/02/06/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-di-2011-capai-65