Minggu, 18 Maret 2012

ILMU PEREKONOMIAN INDONESIA

1. Apa itu ilmu ekonomi ?

    Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu :
1. Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi? (WHAT)
2. Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut? (HOW)
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan? (FOR WHOM)

Memecahkan Masalah Ekonomi :
1. Barang apa yang akan diproduksi (What): Ditentukan oleh hak memilih dalam nilai Rupiah yang dimiliki konsumen.
2. Bagaimana barang diproduksi (How): Ditentukan oleh persaingan diantara produsen.
3. Bagi siapa barang dibuat (For Whom): Ditentukan oleh pola permintaan dan penawaran di pasar atas faktor produksi.

2. Apa nama sistem ekonomi Indonesia ? Dan jelaskan landasannya !

     Sistem ekonomi indonesia

A. Sejarah perkembangan
• 1950-1959 : Sistem ekonomi liberal (masa demokrasi)
• 1959-1966 : Sistem ekonomu etatisme (masa demokrasi terpimpin)
• 1966-1998 : Sistem ekonomi pancasila (demokrasi ekonomi)
• 1998-sekarang : sistem ekoonomi pancasila (demokrasi ekonomi) yang dalam prakteknya cenderung liberal

            Di indonesia kita mengenal sebuah kata demokrasi begitu juga dengan sistem ekonominya, sistem demokrasi ekonomi adalah sistem ekonomi yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dan juga mempunyai landasan ekonominya yaitu berlandaskan kepada :
“UUD 1945 hasil amandemen yang disahkan MPR pada 10-08-2002, yaitu pasal 33 ayat 1,2,3,4”
Perkembangan sistem perekonomian pada umumnya
Subsistem, itulah sistem perekonomian yang terjadi pada awal peradaban manusia. Dengan karakteristik tersebut orang melakukan kegiatan ekonomi dalam hal ini produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompok saja. Dengan kata lain pada saat itu orang belum terlalu berpikir untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk pihak lain apalagi demi keuntungan.
Semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakkan perlunya sistem perekonomian yang lebih teratur dan terencana. Sistem, barter pada jaman dahulu tidak dapat lagi dipertahankan, kerena banyak hambatan yang dihadapi sperti :
• Terkadang keinginan kedua belah pihak yang ingin melakukan barter tidak sama
• Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan ditukarkan
• Sangat sulit melakukan transaksi dengan jumlah yang besar
Dengan adanya hambatan yang terjadi, maka para ahli ekonomi mulai memikirkan sistem perekonomian yang jauh lebih bermanfaat dan mudah sehinngga dapat digunakan oleh manusia seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

Selasa, 08 November 2011

MAKALAH ORGANISASI

BAB I
LATAR BELAKANG
1.1  Latar Belakang

Suatu organisasi biasanya mempunyai tugas pokok dan fungsi, yang apabila terlaksana dengan baik, maka tujuan yang diinginkan  akan segera dapat tercapai. Tugas pokok dan fungsi akan memberikan corak dan sifat organisasi, berdasarkan tugas pokok dan fungsi itu maka organisasi menyelenggarakan bermacam – macam kegiatan. Usaha dan pekerjaan yang harus dilaksanakan, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Dalam rangka mencapai tujuan secara berhasil guna dan berdaya guna maka perlu adanya pembagian kerja, pelimpahan wewenang, sampai kepada rincian tugas masing – masing pihak yang terlibat dalam organisasi tersebut.

                Untuk mencapai tujuan tersebut dalam pelaksanaan kerja perlu adanya koordinasi yaitu: kontak dan keselarasan, diantara orang – orang maupun diantara kegiatan – kegiatannya sehingga semuanya berlangsung secara tertib dan seiramanya kearah tercapainya tujuan organisasi. Dengan adanya koordinasi dapat dihindarkan kekacauan, selisih paham, kekombaran kerja maupun kekosongan kegiatan. Selain itu setiap individu dalam organisasi itu harus mempunyai wewenang –wewenang tertentu untuk memberikan perintah dan menyelenggarakan koordinasi dalam setiap organisasi.

BAB II
MASALAH
2.1 Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat di identifikasikan masalah yaitu “Bagaimana membentuk organisasi yang baik ?”
2.2 Rumusan Masalah
                                Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.       Bagaimanakah cara membentuk suatu organisasi yang baik ?
2.       Faktor – faktor apa sajakah yang mendukung pembentukan organisasi yang baik ?
3.       Dan bagaimanakah ciri – ciri organisasi yang baik ?



BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Landasan Teori
Manusia adalah makhluk social yang cenderung untuk hidup bermasayarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.
Seperti halnya para ahli menuturkan tentang definisi –definisi yang berkaitan tentang organisasi, kita bisa lihat dibawah ini :
Menurut ERNEST DALE:
                Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Menurut CYRIL SOFFER:
Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
            Menurut KAST & ROSENZWEIG:
Organisasi adalah sub system teknik, sub system structural, sub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH
4.1 Pembahasan Masalah
1.       Bagaimanakah cara membentuk suatu organisasi yang baik ?
Dengan berbagai penilitian dan pencarian dari berbagai sumber saya dapat simpulkan bahwa organisasi yang baik akan terbentuk dengan hal – hal berikut ini :
Ø  Yang pertama, harus dimiliki suatu organisasi adalah nilai & visi,nilai dan visi adalah suatu tujuan yang di akan digunakan sebagai target yang harus di capai oleh suatu organisasi.Jika nilai & visi organisasi tidak ada maka organisasi itu akan rusak,karna tidak memiliki tujuan yang jelas.
Ø  Yang kedua, adalah misi,misi adalah hal-hal yang harus di lakukan untuk mencapai suatu visi(tujuan).Tanpa ada misi yang jelas Visi tidak akan pernah tercapai,maka dari itu visi dan misi sangat berkaitan satu sama lain.Jika tidak memiliki misi maka organisasi tidak akan pernah mencapai visi yang diinginkan bahkan mendekati pun tidak.
Ø  Yang ketiga, adalah aturan,aturan adalah batasan-batasan yang harus dimiliki organisasi.Jika suatu organisasi tidak memiliki aturan yang jelas maka bisa terjadi penyimpangan yang dapat merugikan organisasi.Bahkan akan menimbulkan konflik kepentingan,dimana setiap anggotanya hanya menginginkan keuntungan individual.
Ø  Yang keempat, adalah Profesionalisme,Profesionalisme adalah bagaimana cara organisasi itu bertindak.Suatu organisasi dapat berhasil jika memiliki sikap dan sifat profesionalisme.Karna dengan sikap profesional organisasi tersebut akan memiliki citra baik di mata orang lain,dan akan menimbulkan rasa percaya dari klien dan juga rekan-rekan organisasi tersebut.
Ø  Yang kelima, adalah Insentif,insentif adalah bonus atau hadiah.Intensif sangat di butuhkan oleh anggota dari suatu organisasi bila dia melakukan tugas dengan sangat baik.
Ø  Yang keenam, adalah Sumber Daya,Jika suatu organisasi kehilangan sumber daya maka organisasi tersebut tidak akan bisa bergerak dengan baik.Bisa di bilang sumber daya bagaikan supply oksigen bagi kelangsungan hidup manusia,tapi sumber daya juga bisa di cari penggantinya.Jika tidak di temukan lagi sumber daya maka organisasi tersebut akan frustasi.
Ø  Yang ketujuh adalah Rencana Kerja,rencana kerja merupakan susunan kegiatan yang akan dilakukan oleh suatu organisasi.Karna bila tidak ada susunan kegiatan yang pasti dari sebuah organisasi,organisasi tersebut akan salah langkah dalam setiap kegiatan yang di lakukan.
2.       Faktor – faktor apa sajakah yang mendukung pembentukan organisasi yang baik ?
Pada awal perkembangan jaman, manusia adalah mahluk individu. Dengan bertambahnya manusia & tuntutan hidup dalam bermasyarakat, Manusia mulai merasakan perlunya ber-organisasi karena adanya tujuan & cita - cita yang sama.

Perkembangan organisasi pun semakin kompleks ketika jumlah anggota semakin banyak dan ditambah lagi dengan jumlah anggota yang tersebar di berbagai tempat.Untuk itu perlu penanganan yang baik & terencana.

Menurut saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik, yaitu :

1. Management
Management menyangkut bagaimana kita mengatur & mengolah sumber daya perusahaan agar dapat dimanfaatkan sebesar – besarnya demi kepentingan anggotanya.

2. System
Manajemen yang baik memerlukan sistem yang dapat menunjang berjalannya operasional perusahaan.

3. Human Resources ( Sumber Daya Manusia )
Manajemen atau System tidak akan berjalan dengan baik jikalau sumber daya manusia tidak dapat mendukungnya. Untuk itu diperlukan tenaga professional yang dapat mendukung berjalannya sebuah organisasi.
4. Teknologi Informasi
Seperti kita ketahui perkembangan teknologi informasi sudah menjadi salah satu komponen penting dalam organisasi.Baik itu dalam menunjang operasional perusahaan ataupun sebagai lembaga pembelajaran anggotanya yang mungkin kita kenal sekarang dengan
istilah e-learning organization bahkan knowledge-based organization.

Baik organisasi waralaba ataupun non waralaba sama-sama membutuhkan penanganan yang professional agar tujuan & cita-cita perusahaan dapat tercapai.Merevisi diri mungkin kata yang tepat agar arah tujuan organisasi selalu dapat diperbaharui.

Penanganan organisasi non waralaba mungkin berbeda jauh dalam hal pelaksanaannya karena diperlukan kesadaran dari anggotanya.Dalam menjalankan organisasi non waralaba ada 2 faktor yang mungkin perlu dipertimbangkan

5. Dana Operasional
Seperti kita ketahui setiap kegiatan organisasi hampir-hampir tidak pernah terlepas dengan apa yang disebut dana. Tanpa dana hampir mustahil sebuah kegiatan organisasi dapat dilaksanakan.

6. Sumber Daya Manusia
Kerelaan dari anggota untuk menjadi tenaga operasional sangat diperlukan baik itu untuk menjalankan kegiatan sehari – hari ataupun kegiatan organisasi yang bersifat eksidental.

Saya pikir kegiatan organisasi non waralaba sangat tergantung dari Kesadaran & keinginan anggotanya untuk melayani anggota lainnya.Sadar ataupun tidak sadar, kita dapat bertumbuh dan berkembang karena adanya organisasi yang solid. Kita perlu menyadari bahwa organisasi kita harus bisa berkembang menjadi knowledge organisasi dan bukan hanya sebagai learning organisasi.
Untuk itu diperlukan langkah - langkah yang kongkrit agar manfaat organisasi dapat dirasakan semua anggotanya.
3.       Dan bagaimanakah ciri – ciri organisasi yang baik ?
1.       terdapat tujuan yang jelas, tanpa adanya tujuan yang jelas pelaksanaan tugas tidak akan mempunyai arah.
2.       tujuan organsiasi dipahami oleh seluruh anggota apabila anggota tidak atau kurang paham akan tujan organisasi, partisipasi dari anggota akan sulit dilaksanakan.
3.       tujuan organisasi harus dapat diterima oleh anggota, apabila tujuan orgranissi tidak atau kurang dapat diterima anggota , rasa keterikatan anggota akan hilang sehingga anggota sulit untuk digerakkan.
4.       pembagian tugas yang seimbang agar tidak menumbulkan frustasi.
5.       struktur organisasi disederhanakan sesuai dengan beban tugas organisai.








BAB V
PENUTUP
5.1   Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bawa faktor – faktor yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi diantaranya adalah kejujuran dalam pekerjaan, perhatian, kepedulian dan kepercayaan terhadap karyawan, perbedaan karakterisitik individu (usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan, karakteristik yang berhubungan dengan pekerjaan, karakteristik structural (formalitas, desentralisasi), pengalaman dalam kerja, kepercayaan dan penerimaan yang penuh atas nilai – nilai dan tujuan organisasi, keinginan bekerja keras demi kepentingan organisasi, dan keinginan untuk mempertahankan diri agar tetap menjadi anggota organisasi.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan aspek – aspek komitmen organisasi meliputi kemauan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi yang ditandai dengan kesetiaan pada organisasi. Kemampuan yang kuat berusaha semaksimal mungkin demi kemajuan dengan ikut mendukung kegiatan – kegiatan yang sesuai dengan sasaran organisasi serta adanya penerimaan nilai, tujuan dan sasaran organisasi. Aspek – aspek yang akan dijadikan alat ukur adalah perasaan menunggal dengan organisasi, perasaan terlibat pada organisasi, dan perasaan setia dan loyal pada organisasi tersebut.
5.2   Saran
Suatu organisasi yang baik harus dapat mencapai visi dan misi yang telah dibuat dan disepakati oleh anggota – anggota organisasi tersebut, agar tujuan organisasi berjalan dengan baik dan tidak melenceng dari yang sudah terencanakan. Dan seharusnya kepemimpinan dalam organisasi tersebut haru disertai dengan rasa loyal dan menjunjung tinggi nilai – nilai kejujuran terhadap karyawan – karyawannya, serta sebaliknya karyawan – karyawan yang ada di dalam organisasi tersebut harus menjunjung tinggi pula sifat kejujuran dan pengabdian yang penuh terhadap organisasi tersebut, karena dengan adanya rasa kejujuran dan kerjasama yang kuat antara pemimpin organisasi dan karyawan organisasi akan terciptanya organisasi yang baik di kemudian hari.