Kamis, 11 Oktober 2012

FUNGSI BAHASA

1. Berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar” dapat diartikan pemakaian ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan di samping itu mengikuti kaidah bahasa yang betul. Ungkapan “bahasa Indonesia yang baik dan benar” mengacu ke ragam bahasa yang sekaligus memenuhi persyaratan kebaikan dan kebenaran. Bahasa yang diucapkan bahasa yang baku.

Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar mempunyai beberapa konsekuensi logis terkait dengan pemakaiannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Pada kondisi tertentu, yaitu pada situasi formal penggunaan bahasa Indonesia yang benar menjadi prioritas utama. Penggunaan bahasa seperti ini sering menggunakan bahasa baku. Kendala yang harus dihindari dalam pemakaian bahasa baku antara lain disebabkan oleh adanya gejala bahasa seperti interferensi, integrasi, campur kode, alih kode dan bahasa gaul yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi resmi. Hal ini mengakibatkan bahasa yang digunakan menjadi tidak baik.

Contoh :

1. Dosen tersebut menjelaskan semua materi dengan baik.
2. Tidak ada yang dapat berbuat itu selain dirinya.
3. Manusia tidak luput dari kesalahan.
4. Tidak ada yang lain selain hal tersebut.
5. Semua berawal dari niat dan usaha yang baik.

2. Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yaitu sarana penyampaian informasi kepada orang lain secara lisan maupun tulisan mengenai apapun yang ingin kita sampaikan agar orang dapat mengerti maksud dan tujuan yang kita inginkan tampa menghindari tata bahasa yang sudah ada.
  • Berkomunikasi melalui lisan (dihasilkan oleh alat ucap manusia), yaitu dalam bentuk symbol bunyi, dimana setiap simbol bunyi memiliki cirri khas tersendiri. Suatu simbol  bisa terdengar sama di telinga kita tapi memiliki makna yang sangat jauh berbeda. Misalnya kata ’sarang’ dalam bahasa Korea artinya cinta, sedangkan dalam bahasa  Indonesia artinya kandang atau tempat.
  • Tulisan adalah susunan dari simbol (huruf) yang dirangkai menjadi kata bermakna dan dituliskan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
  • Bahasa sebagai sarana komunikasi mempunyaii fungsi utama  bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing
Contoh bahasa sebagai alat komunikasi berupa: Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badan, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb). Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering mengenal ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”,”Time untuk “waktu”. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

sumber 
sumber


 

Sabtu, 05 Mei 2012

JUMLAH PEKERJA DI INDONESIA

JUMLAH PEKERJA DI INDONESIA


Memasuki awal bulan mei di Indonesia terdapat 2 (dua) Hari besar yang selalu diperingati oleh sebagian rakyat Indonesia. Pertama, Peringatan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, yang biasa tiap – tiap tahun diperingati oleh kaum – kaum buruh di Indonesia. Kedua, peringatan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional, yang merupakan tonggak bagi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia merdeka. Perburuhan dan pendidikan di Indonesia secara historis memiliki keterkaitan erat. Karena berdasarkan sejarah banyaknya perburuhan di Indonesia merupakan kondisi yang menggambarkan pribumi hidup dalam keterpurukan, dimana faktor – faktor produksi pribumi dikuasai oleh kaum – kaum penjajah. Kemudaian peranan pendidikan mengeluarkan pribumi dari keterpurukan tersebut.
Pada realita dewasa ini, kondisi Bangsa Indonesia masih menggambarkan bahwa faktor – faktor produksi belum di miliki oleh rakyat, sehingga rakyat hari ini pun dapat dipastikan masih hidup dalam keterpurukan. Karl Marx, orang yang pertama kali menyerukan persatuan buruh sedunia mendefinisikan buruh sebagai seseorang atau sekelompok orang yang tidak memiliki faktor – faktor produksi dan tidak mendapatkan surplus value dari hasil yang diusahakannya. Berdasarkan data Februari 2009, jumlah orang yang bekerja di Indonesia 104,49 juta orang. Dari jumah tersebut, jumlah buruh dan karyawan mencampai angka 28,91 juta orang. Sementara jumlah penduduk yang status pekerjaan utamanya adalah berusaha mencapai 45,42 juta orang yang terdiri atas mereka yang berusaha sendiri 20,81 juta orang, berusaha dibantu buruh tidak tetap 21,64 juta orang, dan berusaha dibantu buruh tetap 2,97 juta orang. Sedangkan jumlah pekerja tidak dibayar di Indonesia mencapai 18,66 juta orang atau 17,86 persen dari jumlah penduduk yang bekerja. Dari104,49 juta orang yang bekerja, paling banyak bekerja di Sektor Pertanian yaitu 43,03 juta orang (41,18 persen), disusul Sektor Perdagangan sebesar 21,84 juta orang (20,90 persen), dan Sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 13,61 juta orang (13,03 persen) (Sumber: Badan Pusat Statistik/BPS, 2009. Pekerja di atas 15 tahun).
Berdasarkan data BPS disebutkan bahwa angka partisipasi sekolah pada kurun waktu 1994 – 2008 untuk penduduk berusia 7 – 12 tahun sebesar 95,90%. Adapun untuk usia 13 – 15 tahun sebesar 79,64% dan usia 16 – 18 tahun sebesar 50,75%. Mengacu pada data tersebut mengindikasikan bahwa penduduk Indonesia rata – rata hanya menyelesaikan pendidikan pada level Sekolah Dasar (SD). Untuk lulusan perguruan tinggi dapat dipastikan di bawah persentase lulusan SD, SLTP, dan SLTA. Karena semenjak pemerintah mengubah status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi badan hukum pada tahun 1999, biaya pendidikan di Perguruan Tinggi melonjak drastis (Sindo, 03/05/2010).
Dari data yang disajikan diatas mengindikasikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia yang sangat rendah, sehingga dapat dipastikan untuk tenaga kerja di Indonesia memiliki kemampuan yang terbatas pada hanya bidang operasional. Oleh karena itu, di dalam bidang – bidang yang bersifat strategis di suatu perusahaan dikuasai oleh Tenaga Kerja Asing.
Kondisi di atas mengingatkan kita pada kondisi pribumi pada masa penjajahan Belanda. Sejak diterapkannya Culture Stelsel pada tahun 1615 kondisi pribumi mengalami keterpurukan. Karena pribumi dipisahkan dari faktor produksi utamanya di dalam mencukupi kehidupan kesehariannya, yaitu tanah. Sehingga diterapkannya Culture Stelsel menandakan awalnya perburuhan di Indonesia. Pribumi di jadikan buruh – buruh perkebunan yang di bangun guna memenuhi kebutuhan bahan baku terutama rempah – rempah bagi masyarakat Eropa. Industri yang pertama kali di bangun oleh pemerintahan Hindia Belanda ialah berupa pabrik gula pada tahun 1870 dengan investasi 100% pemerintahan Hindia Belanda.
Infrasturktur kolonialisme diperkuat oleh pemerintah Hindia Belanda dengan diterapkannya Politik Etis pada tahun 1901, dengan dibangunnya irigasi untuk pemperkokoh perkebunan di Indonesia. Kemudian Politik etis juga berdampak kepada pendidikan pribumi, dengan mahalnya biaya pendidikan maka pribumi sebagai kaum yang sebagian besar hidup pada tatanan masyarakat terbawah tidak mampu mengenyam pendidikan. Pada tahun 1905 belanda menerapkan sistem politik pintu terbuka (Open Door Politic). Sistem tersebut membuka kesempatan bagi para investor dari beberapa Negara menginvestasikan modalnya di Indonesia. Dengan tetap pemerintah Hindia Belanda sebagai pemegang saham terbesar, yaitu 70%. Hal tersebut semakin membuat pribumi hidup dalam keterpurukan (Sumber: Di Bawah Bendera Revolusi Jilid I, Ir. Soekarno,1963)
Keterpurukan pribumi telah membuka hati kaum – kaum pribumi ningrat yang hidup pada tingkatan yang lebih baik. Mereka mendapat pendidikan dan pengajaran yang baik, hidup layak dan tercukupi. Keterbukaan hati ningrat pribumi diekspresikan dengan membangun organisasi yang memberikan pendidikan kepada pribumi. Organisasi tersebut diberi nama Budi Utomo, yang dibangun pada 20 Mei 1908 oleh dr. Sutomo. Budi Utomo yang bersifat informal didirikan dengan tujuan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup kaum – kaum pribumi, yang pada masa itu hidup di dalam keterpurukan dengan menjadi buruh – buruh pabrik, pertambangan, dan perkebunan.
Perjuangan tersebut dilanjutkan dengan didirikannya Taman Siswa pada tanggal 2 Mei 1920, yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara. Taman Siswa yang sudah bersifat formal memperkuat keyakinan pribumi untuk keluar dari keterpurukan akibat penjajahan yang berabad – abad. Konvergenitas perjuangan pribumi kearah persatuan dan kesatuan akhirnya terealisasi pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu dengan diselenggarakannya Kongres Pemuda II. Sehingga pada moment tersebut terciptalah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia, dengan kata lain Bangsa Indonesia terlahir. Mengangkat harkat dan martabat hidup pribumi (semenjak itu menjadi Orang – orang Indonesia Asli) menjadi sifat bagi para pemuda pergerakan di dalam memperjuangkan Indonesia Merdeka.
Bangsa Indonesia mencapai Kemerdekaan diatas dasar Pancasila pada tanggal 17 Agustus 1945, dengan bukti dibacakannya Teks Prolamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta. Dimerdekakannya Bangsa Indonesia bertujuan tidak lain tidak bukan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup Orang – orang Indonesia Asli. Dengan Kata lain membebaskan pribumi dari perbudakan (perburuhan) akibat penjajahan.
Maka dari itu untuk melindungi segenap Bangsa Indonesia, seluruh tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, maka didirikanlah Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan dasar Undang – Undang Dasar 1945 sebagai Konstitusi.
Berdasarkan uraian sejarah diatas membuktikan keterkaitan perburuhan dan pendidikan di Indonesia sangatlah erat. Dimana pendidikan merupakan usaha yang dilakukan pada Bapak Pendiri (Founding Father) Republik Indonesia untuk membebaskan pribumi dari keterpurukan akibat penjajahan dalam bentuk perburuhan. Namun, sejarah telah dilupakan, maka rakyat jatuh kembali di dalam keterpurukan.
Culture Stelsel gaya baru (Neoculture stelsel) telah diterapkan, yaitu dengan dibangunnya Industralisai diatas tanah rakyat, sehingga rakyat kehilangan mata pencahariannya. Industri yang dibangun mementingkan pihak asing (investor). Rendahnya kualitas SDM di Indonesia sehingga rakyat diposisikan hanya sebagai buruh. Politik Etis pun mencekam rakyat hari ini, dengan biaya pendidikan yang mahal sehingga rakyat tidak mampu mengenyam pendidikan.
Adapun sistem pendidikan di Indonesia diorientasikan kepada kepentingan Investor. Dengan bukti digembor – gemborkannya pendidikan kejuruan agar setelah lulus langsung bisa menjadi tenaga kerja. Inilah cerminan Pendidikan di Indonesia yang telah bergeser akibat pengaruh filosofi pembangunan yang digunakan di Indonesia, yaitu Liberal Pragmatis. Filosofi yang membuat Anak Bangsa memiliki pola pikir Pragmatis, layaknya pemikiran seorang buruh, “Asalkan perut kenyang, Hidup pun tenang”. Inilah Pendidikan di Indonesia, Pendidikan buruh.
Aksi besar – besaran pada 1 mei tidak akan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi buruh di Indonesia. Walaupun perjuangan buruh dipenuhi oleh pihak yang dituntut, perjuangan buruh tetaplah sebatas perjuangan perut bukan perjuangan mengangkat harkat dan martabat hidup. Tetapi sejarah dunia sudah membuktikan tidak ada perjuangan buruh yang berhasil. Buruh hanya dijadikan alat oleh kaum – kaum yang memiliki kepentingan. Oleh karena itu, dengan di peringatinya hari pendidikan nasional kita sadarkan diri, bangun dari keterpurukan saperti apa yang telah dilakukan oleh Para Bapak Pendiri Republik Indonesia, yang mengeluarkan pribumi dari keterpurukan akibat penjajahan.

sumber : http://tomzinc.blog.fisip-untirta.ac.id/2012/04/05/hello-world/

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2011 mencapai 6,5 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan pertumbuhan meningkat disemua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi disektor pengangkutan dan komunikasi 10,7 persen dan terendah di sektor pertambangan dan penggalian 1,4 persen.
"Dari 2006 ini memang ini tertinggi karena 2008 ada krisis. Di 2006 mencapai  5,5 persen, 2007 mencapai 6,3 persen, 2008 mencapai 6 persen, 2009 mencapai 4,6 persen, 2010 mencapai 6,1 persen dan 2011 mencapai 6,5 persen. Jadi memang ekonomi dalam negeri kita cukup bagus," ujarnya dalam jumpa pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Lebih lanjut, ia mengatakan jika dilihat dari sisi penggunaan komponen ekspor paling tinggi 13,6 persen, komponen impor mencapai 13,3 persen, perbentukan modal tetap bruto (PMTB) 8,8 persen, pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,7 persen dan pengeluaran konsumsi pemerintah paling rendah yakni 3,2 persen.
Sementara jika dibandingkan dengan triwulan III-2011, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan IV-2011 mengalami penurunan 1,3 persen. Penurunan tersebut, sambung dia disebabkan sektor pertanian yang mengalami penurunan cukup tinggi sebesar 20,5 persen.
"Karena bukan musim panen dan adanya perubahan cuaca," tuturnya.

Sektor lain yang mengalami penurunan di triwulan IV-2011 adalah pertambangan dan penggalian menurun 0,1 persen. Sedangkan sektor-sektor lain mengalami pertumbuhan positif.
Sementara, sambung dia, jika dilihat dari Indeks Tendensi Bisnis (ITB) tingkat optimisme pelaku bisnis meningkat sebesar 106,92 dari tahun sebelumnya. Peningkatan di triwulan IV-2011 terjadi disemua sektor, kecuali sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan.
"Kondisi bisnis meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha nilai indeks sebesar 108,27, penggunaan kapasitas produksi sebesar 105,53 dan rata-rata jam kerja sebesar 106,32," uangkapnya.

BPS juga memprediksi kondisi bisnis di triwulan I-2012 akan meningkat dibandingkan triwulan IV-2011. Tingkat optimis pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi sebesar 108,37.


Dan sektor yang mengalami peningkatan tertinggi diprediksi disektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan dan yang mengalami penurunan sektor jasa-jasa.
BPS pun optimis pada triwulan I-2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tetap mencapai 6,5 persen. "Jangan lupa triwulan I itu booming karena lagi masa panen," pungkasnya.

Kesimpulan:

Pertumbuhan Ekonomi di setiap negara berbeda - beda tergantung dari tingkat pendapatan per kapita suatu negara tersebut dan tergantung dari berapa besar  pendapatan / penghasilan dari penduudknya. Jika pendapatan Negara itu tinggi maka pertumbuhan ekonominya juga cepat tetapi sebaliknya jika pendapatan suatu negaraitu di bawah rata – rata maka pertumbuhna ekonominya juga rendah.Beberapa ahli ekonomi mengemukakan pertumbuhan ekonomi dengan persepsi yang berbeda – beda. Seperti pada alitan klasik an Neo klasik. Sebagai contoh nya :Robert Solow mengemukakan pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatanyang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian tekonologi modern danhasil / output. Dan masih banyak lagi tokoh – tokoh yang mengemukakan pertumbuhan ekonomi dalam arti yang berbeda – beda.Pertumbuhan ekonomi pada zaman sekarang ini berdampak pada kehidupan penduduk suatu negara. Semuanya ini berpengaruh pada kesejahteran rakyat banyak.Oleh karena itu negara terus memajukan pendapatan negara dengan menaikkan harga – harga kebutuhan pokok seperti minyak yang katanya bisa menjadikan lebih baik tingkat perekonomian kita

Saran:

Dengan demikian dapat kita sarankan kepada pemerintah dengan penjelasan sebagai berikut:

1.Beberapa negara sedang berkembang mengalami ketidak stabilan sosial, politik,dan ekonomi. Ini merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi.Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanandan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat
 
diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan motor  pertumbuhan ekonomi.

2.Ketidakmampuan atau kelemahan setor swasta melaksanakan fungsientreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital danmengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan.

3.Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yangdilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung olehadanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan dasr masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan serta fasilitas komunikasi, program-program latihan dan keterampilan,dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

4.Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sekor swasta) merupakan pusat ataufaktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat pertumbuhanekonomi. Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat pendapatan dankarena adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara majuolah kelompok kaya yang sesungguhnya bias menabung.

5.Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat.Program pemerintahlah yang mampu secara intensif menurunkan laju pertambahan penduduk yang cepat lewat program keluarga berencana danmelaksanakan program-program pembangunan pertanian atau daerah pedesaanyang bisa mengerem atau memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaanmenuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah social, politis,dan ekonomi.

6.Pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembanganfaktor penawaran saja, yang menaikkan kapasitas produksi masyarakat, yaitusumber-sumber alam dan manusia, kapital, dan teknologi,tetapi juga faktor.

Sumber : http://www.ekon.go.id/news/2012/02/06/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-di-2011-capai-65

Minggu, 18 Maret 2012

ILMU PEREKONOMIAN INDONESIA

1. Apa itu ilmu ekonomi ?

    Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas.

Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu :
1. Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi? (WHAT)
2. Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut? (HOW)
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan? (FOR WHOM)

Memecahkan Masalah Ekonomi :
1. Barang apa yang akan diproduksi (What): Ditentukan oleh hak memilih dalam nilai Rupiah yang dimiliki konsumen.
2. Bagaimana barang diproduksi (How): Ditentukan oleh persaingan diantara produsen.
3. Bagi siapa barang dibuat (For Whom): Ditentukan oleh pola permintaan dan penawaran di pasar atas faktor produksi.

2. Apa nama sistem ekonomi Indonesia ? Dan jelaskan landasannya !

     Sistem ekonomi indonesia

A. Sejarah perkembangan
• 1950-1959 : Sistem ekonomi liberal (masa demokrasi)
• 1959-1966 : Sistem ekonomu etatisme (masa demokrasi terpimpin)
• 1966-1998 : Sistem ekonomi pancasila (demokrasi ekonomi)
• 1998-sekarang : sistem ekoonomi pancasila (demokrasi ekonomi) yang dalam prakteknya cenderung liberal

            Di indonesia kita mengenal sebuah kata demokrasi begitu juga dengan sistem ekonominya, sistem demokrasi ekonomi adalah sistem ekonomi yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dan juga mempunyai landasan ekonominya yaitu berlandaskan kepada :
“UUD 1945 hasil amandemen yang disahkan MPR pada 10-08-2002, yaitu pasal 33 ayat 1,2,3,4”
Perkembangan sistem perekonomian pada umumnya
Subsistem, itulah sistem perekonomian yang terjadi pada awal peradaban manusia. Dengan karakteristik tersebut orang melakukan kegiatan ekonomi dalam hal ini produksi hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompok saja. Dengan kata lain pada saat itu orang belum terlalu berpikir untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk pihak lain apalagi demi keuntungan.
Semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakkan perlunya sistem perekonomian yang lebih teratur dan terencana. Sistem, barter pada jaman dahulu tidak dapat lagi dipertahankan, kerena banyak hambatan yang dihadapi sperti :
• Terkadang keinginan kedua belah pihak yang ingin melakukan barter tidak sama
• Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan ditukarkan
• Sangat sulit melakukan transaksi dengan jumlah yang besar
Dengan adanya hambatan yang terjadi, maka para ahli ekonomi mulai memikirkan sistem perekonomian yang jauh lebih bermanfaat dan mudah sehinngga dapat digunakan oleh manusia seperti yang sudah saya sebutkan diatas.

Selasa, 08 November 2011

MAKALAH ORGANISASI

BAB I
LATAR BELAKANG
1.1  Latar Belakang

Suatu organisasi biasanya mempunyai tugas pokok dan fungsi, yang apabila terlaksana dengan baik, maka tujuan yang diinginkan  akan segera dapat tercapai. Tugas pokok dan fungsi akan memberikan corak dan sifat organisasi, berdasarkan tugas pokok dan fungsi itu maka organisasi menyelenggarakan bermacam – macam kegiatan. Usaha dan pekerjaan yang harus dilaksanakan, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Dalam rangka mencapai tujuan secara berhasil guna dan berdaya guna maka perlu adanya pembagian kerja, pelimpahan wewenang, sampai kepada rincian tugas masing – masing pihak yang terlibat dalam organisasi tersebut.

                Untuk mencapai tujuan tersebut dalam pelaksanaan kerja perlu adanya koordinasi yaitu: kontak dan keselarasan, diantara orang – orang maupun diantara kegiatan – kegiatannya sehingga semuanya berlangsung secara tertib dan seiramanya kearah tercapainya tujuan organisasi. Dengan adanya koordinasi dapat dihindarkan kekacauan, selisih paham, kekombaran kerja maupun kekosongan kegiatan. Selain itu setiap individu dalam organisasi itu harus mempunyai wewenang –wewenang tertentu untuk memberikan perintah dan menyelenggarakan koordinasi dalam setiap organisasi.

BAB II
MASALAH
2.1 Masalah
Dari latar belakang di atas maka dapat di identifikasikan masalah yaitu “Bagaimana membentuk organisasi yang baik ?”
2.2 Rumusan Masalah
                                Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.       Bagaimanakah cara membentuk suatu organisasi yang baik ?
2.       Faktor – faktor apa sajakah yang mendukung pembentukan organisasi yang baik ?
3.       Dan bagaimanakah ciri – ciri organisasi yang baik ?



BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Landasan Teori
Manusia adalah makhluk social yang cenderung untuk hidup bermasayarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai suatu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.
Seperti halnya para ahli menuturkan tentang definisi –definisi yang berkaitan tentang organisasi, kita bisa lihat dibawah ini :
Menurut ERNEST DALE:
                Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu  struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
Menurut CYRIL SOFFER:
Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
            Menurut KAST & ROSENZWEIG:
Organisasi adalah sub system teknik, sub system structural, sub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.
BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH
4.1 Pembahasan Masalah
1.       Bagaimanakah cara membentuk suatu organisasi yang baik ?
Dengan berbagai penilitian dan pencarian dari berbagai sumber saya dapat simpulkan bahwa organisasi yang baik akan terbentuk dengan hal – hal berikut ini :
Ø  Yang pertama, harus dimiliki suatu organisasi adalah nilai & visi,nilai dan visi adalah suatu tujuan yang di akan digunakan sebagai target yang harus di capai oleh suatu organisasi.Jika nilai & visi organisasi tidak ada maka organisasi itu akan rusak,karna tidak memiliki tujuan yang jelas.
Ø  Yang kedua, adalah misi,misi adalah hal-hal yang harus di lakukan untuk mencapai suatu visi(tujuan).Tanpa ada misi yang jelas Visi tidak akan pernah tercapai,maka dari itu visi dan misi sangat berkaitan satu sama lain.Jika tidak memiliki misi maka organisasi tidak akan pernah mencapai visi yang diinginkan bahkan mendekati pun tidak.
Ø  Yang ketiga, adalah aturan,aturan adalah batasan-batasan yang harus dimiliki organisasi.Jika suatu organisasi tidak memiliki aturan yang jelas maka bisa terjadi penyimpangan yang dapat merugikan organisasi.Bahkan akan menimbulkan konflik kepentingan,dimana setiap anggotanya hanya menginginkan keuntungan individual.
Ø  Yang keempat, adalah Profesionalisme,Profesionalisme adalah bagaimana cara organisasi itu bertindak.Suatu organisasi dapat berhasil jika memiliki sikap dan sifat profesionalisme.Karna dengan sikap profesional organisasi tersebut akan memiliki citra baik di mata orang lain,dan akan menimbulkan rasa percaya dari klien dan juga rekan-rekan organisasi tersebut.
Ø  Yang kelima, adalah Insentif,insentif adalah bonus atau hadiah.Intensif sangat di butuhkan oleh anggota dari suatu organisasi bila dia melakukan tugas dengan sangat baik.
Ø  Yang keenam, adalah Sumber Daya,Jika suatu organisasi kehilangan sumber daya maka organisasi tersebut tidak akan bisa bergerak dengan baik.Bisa di bilang sumber daya bagaikan supply oksigen bagi kelangsungan hidup manusia,tapi sumber daya juga bisa di cari penggantinya.Jika tidak di temukan lagi sumber daya maka organisasi tersebut akan frustasi.
Ø  Yang ketujuh adalah Rencana Kerja,rencana kerja merupakan susunan kegiatan yang akan dilakukan oleh suatu organisasi.Karna bila tidak ada susunan kegiatan yang pasti dari sebuah organisasi,organisasi tersebut akan salah langkah dalam setiap kegiatan yang di lakukan.
2.       Faktor – faktor apa sajakah yang mendukung pembentukan organisasi yang baik ?
Pada awal perkembangan jaman, manusia adalah mahluk individu. Dengan bertambahnya manusia & tuntutan hidup dalam bermasyarakat, Manusia mulai merasakan perlunya ber-organisasi karena adanya tujuan & cita - cita yang sama.

Perkembangan organisasi pun semakin kompleks ketika jumlah anggota semakin banyak dan ditambah lagi dengan jumlah anggota yang tersebar di berbagai tempat.Untuk itu perlu penanganan yang baik & terencana.

Menurut saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik, yaitu :

1. Management
Management menyangkut bagaimana kita mengatur & mengolah sumber daya perusahaan agar dapat dimanfaatkan sebesar – besarnya demi kepentingan anggotanya.

2. System
Manajemen yang baik memerlukan sistem yang dapat menunjang berjalannya operasional perusahaan.

3. Human Resources ( Sumber Daya Manusia )
Manajemen atau System tidak akan berjalan dengan baik jikalau sumber daya manusia tidak dapat mendukungnya. Untuk itu diperlukan tenaga professional yang dapat mendukung berjalannya sebuah organisasi.
4. Teknologi Informasi
Seperti kita ketahui perkembangan teknologi informasi sudah menjadi salah satu komponen penting dalam organisasi.Baik itu dalam menunjang operasional perusahaan ataupun sebagai lembaga pembelajaran anggotanya yang mungkin kita kenal sekarang dengan
istilah e-learning organization bahkan knowledge-based organization.

Baik organisasi waralaba ataupun non waralaba sama-sama membutuhkan penanganan yang professional agar tujuan & cita-cita perusahaan dapat tercapai.Merevisi diri mungkin kata yang tepat agar arah tujuan organisasi selalu dapat diperbaharui.

Penanganan organisasi non waralaba mungkin berbeda jauh dalam hal pelaksanaannya karena diperlukan kesadaran dari anggotanya.Dalam menjalankan organisasi non waralaba ada 2 faktor yang mungkin perlu dipertimbangkan

5. Dana Operasional
Seperti kita ketahui setiap kegiatan organisasi hampir-hampir tidak pernah terlepas dengan apa yang disebut dana. Tanpa dana hampir mustahil sebuah kegiatan organisasi dapat dilaksanakan.

6. Sumber Daya Manusia
Kerelaan dari anggota untuk menjadi tenaga operasional sangat diperlukan baik itu untuk menjalankan kegiatan sehari – hari ataupun kegiatan organisasi yang bersifat eksidental.

Saya pikir kegiatan organisasi non waralaba sangat tergantung dari Kesadaran & keinginan anggotanya untuk melayani anggota lainnya.Sadar ataupun tidak sadar, kita dapat bertumbuh dan berkembang karena adanya organisasi yang solid. Kita perlu menyadari bahwa organisasi kita harus bisa berkembang menjadi knowledge organisasi dan bukan hanya sebagai learning organisasi.
Untuk itu diperlukan langkah - langkah yang kongkrit agar manfaat organisasi dapat dirasakan semua anggotanya.
3.       Dan bagaimanakah ciri – ciri organisasi yang baik ?
1.       terdapat tujuan yang jelas, tanpa adanya tujuan yang jelas pelaksanaan tugas tidak akan mempunyai arah.
2.       tujuan organsiasi dipahami oleh seluruh anggota apabila anggota tidak atau kurang paham akan tujan organisasi, partisipasi dari anggota akan sulit dilaksanakan.
3.       tujuan organisasi harus dapat diterima oleh anggota, apabila tujuan orgranissi tidak atau kurang dapat diterima anggota , rasa keterikatan anggota akan hilang sehingga anggota sulit untuk digerakkan.
4.       pembagian tugas yang seimbang agar tidak menumbulkan frustasi.
5.       struktur organisasi disederhanakan sesuai dengan beban tugas organisai.








BAB V
PENUTUP
5.1   Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bawa faktor – faktor yang berpengaruh terhadap komitmen organisasi diantaranya adalah kejujuran dalam pekerjaan, perhatian, kepedulian dan kepercayaan terhadap karyawan, perbedaan karakterisitik individu (usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, status perkawinan, karakteristik yang berhubungan dengan pekerjaan, karakteristik structural (formalitas, desentralisasi), pengalaman dalam kerja, kepercayaan dan penerimaan yang penuh atas nilai – nilai dan tujuan organisasi, keinginan bekerja keras demi kepentingan organisasi, dan keinginan untuk mempertahankan diri agar tetap menjadi anggota organisasi.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan aspek – aspek komitmen organisasi meliputi kemauan yang kuat untuk mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi yang ditandai dengan kesetiaan pada organisasi. Kemampuan yang kuat berusaha semaksimal mungkin demi kemajuan dengan ikut mendukung kegiatan – kegiatan yang sesuai dengan sasaran organisasi serta adanya penerimaan nilai, tujuan dan sasaran organisasi. Aspek – aspek yang akan dijadikan alat ukur adalah perasaan menunggal dengan organisasi, perasaan terlibat pada organisasi, dan perasaan setia dan loyal pada organisasi tersebut.
5.2   Saran
Suatu organisasi yang baik harus dapat mencapai visi dan misi yang telah dibuat dan disepakati oleh anggota – anggota organisasi tersebut, agar tujuan organisasi berjalan dengan baik dan tidak melenceng dari yang sudah terencanakan. Dan seharusnya kepemimpinan dalam organisasi tersebut haru disertai dengan rasa loyal dan menjunjung tinggi nilai – nilai kejujuran terhadap karyawan – karyawannya, serta sebaliknya karyawan – karyawan yang ada di dalam organisasi tersebut harus menjunjung tinggi pula sifat kejujuran dan pengabdian yang penuh terhadap organisasi tersebut, karena dengan adanya rasa kejujuran dan kerjasama yang kuat antara pemimpin organisasi dan karyawan organisasi akan terciptanya organisasi yang baik di kemudian hari.