Jumat, 18 Oktober 2013

COMPUTER / KOMPUTER




Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.

Dalam arti seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang mengolah informasi" atau "sistem pengolah informasi." Selama bertahun-tahun sudah ada beberapa arti yang berbeda dalam kata "komputer", dan beberapa kata yang berbeda tersebut sekarang disebut disebut sebagai komputer.

Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefiniskan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin pembantu. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa Inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung" kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.

DAMPAK DAN MANFAAT TELEMATIKA

Dampak Telematika 

Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara lansung maupun tidak lansung, yaitu :
  1. Penghematan transportasi bahan bakar.
  2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
  3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah. 
  4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi. 
Dampak Negatif Telematika 
  1.  Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet.
  2. Penyebaran virus atau malicious atau ware fraud atau peneipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi si penipu. 
  3. Kejahatan telematika sebagai kejahatan Transnasional. 
  4. kejahatan telematika merugikan individu. 
  5. Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi. 
Manfaat Telematika 
  1. Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi dalam berbisnis dan memberikan kemudahan dan diversifikasi kebutuhan. 
  2. Manfaat internet dalam e-Government bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat. 
  3. Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilai tambah bagi masyarakat luas. 
(sumber: http://donner89.blogspot.com/2012/10/tugas-1-pengantar-telematika.html)

FUNGSI TELEMATIKA

Fungsi Telemetika 

  • Penyampaian informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan komunikasi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatkan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, dan meningkatkan kesadaran dan wawasan. 
  • Sarana kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan, keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebut di mana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan. 
Peran Telematika 
Berdasarkan perkembangan telematika di atas, telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, anatara lain:
  • Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memudahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa tehalang jarak.
  • Meningkatkan pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komuditas yang memberikan peningkat pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika. 
  • Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.  
(diambil dari berbagai sumber)

PENGGUNAAN TELEMATIKA DALAM BERBAGAI BIDANG

Istilah telematika sering dipakai dama berbagai macam bidang, salah satunya dalam bidang teknologi infromasi. Para praktisi mengatakan bahwa telematics adalah singkatan dari telecomunication dan informatics sebagai wujud dari perpaduan konsep komputasi dan komunikasi. Istilah telematika juga dikenal ebagi the new hybrid technology yang lahir karena perkembangan teknologi digital. 
  1. Cabang baru dari ilmu forensik. Perkembangan teknologi informasi (TI) di Indonesia juga disertai dampak negatifnya, bahkan cenderung mengarah pada pelanggaran pidana. Hal tersebut juga menjadi alasan dibentuknya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang khusus mengatur kejahatan di dunia maya (cybercrime). Di pihak penegak hukum, Polri telah memanfaatkan teknologi tekematika untuk memerangi kejahatan teknologi informasi dengan dibentuknya satuan khusus, yaitu Unit V TI dan Cybercrime. 
  2. Komputer Forensik, adalah salah satu cabang ilmu forensik yang berkaitan dengan bukti legal yang ditemui pada komputer dan media penyimpinan digital. 
  3. Tahapan komputer forensik, ada 4 tahap dalam komputer forensik, yaitu
  • Pengumpulan data, dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai sumber daya penting dan untuk menghimun semua data dengan baik. 
  • Pengujian, proses penilaian dan mencari infromasi yang telah dikumpulkan. 
  • Analisis, memberikan kesimpulan yang berkualitas yang harus didasarkan pada data yang ada. 
  • Dokumentasi dan laporan. 
(sumber:  http://muifmuhendra.my-php.net/index.php/jurnal-kuliah/92-telematika-untuk mengungkap-kasus-kejahatan)

PENGANTAR TELEMATIKA

Telematika merupakan adopsi dari bahasa Pramcis yang sebenarnya adalah "Telematique" yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Istilah telematika sering dipakai untuk berbagai macam bidang, sebagai contoh :
  • intergrasi anatara telekomnikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi atau ICT (Information and Communications Technology). 
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem navigasi/penempatan global atau GPS (Global Positioning System).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas. 
(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Telematika)
Penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Jumat, 07 Juni 2013

Metode Penyelesaian Masalah MADM Pada Sistem Pendukung Keputusan


1. Metode Simple Addictive Weighting (SAW)
  • sering disebut dengan istilah metode penjumlahan terbobot.
  • Konsep dasarnya adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut.
  • Metode ini membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.
2.  Weighted Product (WP)
  • Metode ini menggunakan perkalian untuk menghubungkan rating atribut, dimana rating setiap atribut hartus dipangkatkan dulu dengan bobot atribut yang bersangkutan.
  • proses ini hanya dengan proses normaliasi. 
3. ELECTRE
  • merupakan salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria berdasarkan pada konsep outrangking dengan menggunakan perbandingan berpasangan dari alternatif-alternatif berdasarkan setiap kriteria yang sesuai. 
  • Digunakan untuk kasus-kasus dengan banyak alternatif namun hanya sedikit kriteria yang dilibatkan.
4. Technique for Order Preference by Similarity of Ideal Solution (TOPSIS)
  • salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang (1981).
  • Menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif dari sudut pandang geometris dengan menggunakan jarak Euclidean untuk menentukan kedekatan relatif dari suatu alternatif dengan solusi optimal.
  • metode ini banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis, karena konsepnya sederhana dan mudah dipahami, komputasinya efisien, dan memiliki kemampuan mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan.
5. Analytic Hierarchy Process (AHP)
  •  merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. 
  • menguraikan masalah multifaktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. 

Referensi :
http://davidsukraman.blogspot.com/2011/04/metode-electre-dalam-sistem-pendukung.html

STRUKTUR NAVIGASI

Ada 4 macam struktur navigasi :


1. Navigasi Linier : pemakai menelusuri program secara berurutan. Linier merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut. Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya dan tidak diperbolehkan adanya percabangan. Tampilan yang dapat ditampilkan adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya.


2. Navigasi Hierarki : pemakai menelusuri program melalui titik-titik percabangan dari suatu struktur pohon. Struktur hirarki marupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai Master Page, halaman utama ke satu. Halaman utama ini akan mempunyai halaman percabangan yang dikatakan Slave Page, halaman pendukung. Jika salah satu halaman pendukung diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama Master Page, halaman utama kedua. Pada struktur penjejakan ini tidak diperkenankan adanya tampilan secara linier.


3. Navigasi Non linier : pemakai bebas menelusuri program tanpa dibatasi oleh suatu rute.  Pada struktur non linear diperkenankan membuat penjejakan bercabang. Percabangan ini berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki. Pada percabangan non linier walaupun terdapat percabangan tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada pada master page dan slave page.


4. Navigasi Campuran : pemakai dapat dengan bebas menelusuri program, tetapi pada bagian tertentu gerakan dibatasi secara hirarki maupun linier. Struktur penjejakan campuran merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya. Struktur penjejakan ini banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia sebab dapat memberikan keinteraksian yang lebih tinggi.
Refensi : 
http://pritha1904.blogspot.com/2013/01/macam-macam-struktur-navigasi.html fivi_syukriah@@staff.gunadarma.ac.id